Mengenal Growth Spurt pada Si Buah Hati

Menangis merupakan hal normal yang dilakukan oleh bayi. Setiap jam bahkan menit, orang tua sering kali menghadapi kasus ini dalam kesehariannya merawat si kecil. Biasanya bayi menangis karena dirinya merasa lapar, pipis, buang air besar, takut, bahkan saat dirinya merasa lelah dan ingin tidur, yang ia lakukan adalah menangis. Hal ini sebagai interaksi sosial bayi terhadap orang disekitar agar bayi mendapat perhatian. Sebagai orang tua, anda dituntut untuk mengetahui sebab – sebab si kecil menangis.

Apabila anda temukan si kecil menangis tanpa sebab, wajib anda tahu. Mungkin bayi anda sedang berada di fase Growth spurt. Apa itu Growth spurt ?. Growth spurt atau yang biasa dikenal masyarakat indonesia dengan istilah percepatan pertumbuhan merupakan suatu kondisi dimana bayi mengalami pertumbuhan yang cepat dari bayi lain pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dari tingkah si kecil yang tidak seperti biasanya, contohnya ketika bayi menyusu jauh lebih banyak dari biasanya.

Tanda lain yang menunjukan bayi mengalami Growth spurt ialah tingkah laku si kecil yang semakin rewel, hal ini disebabkan karena bayi anda merasa haus, sehingga tak heran bayi akan sering menyusu. Sebagai orang tua, anda apabila mendapati si kecil yang sering menangis sepanjang hari, bisa saja bayi anda sedang mengalami Growth sput sehingga membuat tingkahnya semakin rewel.

Growth spurt umumnya terjadi pada saat usia bayi menginjak usia 3-6 minggu hingga 3-6 bulan. Seiring dengan pertumbuhannya yang cepat, sangat disarankan untuk ibu menyusui agar senantiasa memperbanyak meminum air putih agar produksi ASI tetap stabil dan terhindar dari dehidrasi. Pada fase ini, si kecil akan sering menyusu kepada ibu bahkan dalam sehari bisa terhitung lebih dari 12 kali menyusu. Sangat tidak dianjurkan memberikan MPASI (Makanan Pendamping Asi) ketika bayi anda sedang mengalami Growth spurt.

Pemberian MPASI pada bayi dilanjurkan ketika bayi berusia 24 minggu atau 6 bulan. Waktu ini dinilai tepat karena bayi membutuhkan nutrisi lebih pendamping ASI. Cara mengatasi Growth spurt yang tepat ialah dengan memberikannya ASI ekslusif. Disarankan juga bagi ibu untuk senantiasa tidak terprovokasi dengan tangisan si kecil sehingga memicu stres pada ibu dan menghambat produktivitas ASI pada ibu menyusui.

Selain menyusu lebih banyak, bayi yang sedang mengalami Growth spurt biasanya memiliki tanda – tanda lain, diantaranya :

  • Perubahan Waktu Tidur pada Si Kecil

Pada saat bayi mengalami percepatan pertumbuhan, bayi akan mudah lelah atau mengantuk pada siang hari dan terbangun di malam hari.pada fase ini,  bayi dapat tidur 4 sampai 5 jam lebih dari biasanya.

  • Bayi Menjadi Rewel

Percepatan pertumbuhan pada bayi membuat si kecil tampak menjadi gelisah dan manja, bahkan bayi tidak bisa jauh dari dekapan ibu sehingga merepotkan ibu untuk mengurus pekerjaan rumah. Bayi yang rewel merupakan pertanda bahwa ia lelah karena energinya banyak terkuras dengan adanya percepatan pertumbuhan pada dirinya. Anda tak perlu cemas, bayi yang rewel juga memberikan tanda bahwa si kecil akan menguasai beberapa keterampilan baru, seperti berguling, atau bahkan merangkak.

Selain si kecil, suami juga harus senantiasa memperhatikan keadaan sang istri. Saat  bayi mengalami percepatan pertumbuhan, ibu menyusui juga perlu diperhatikan. Cukupi kebutuhan gizi anda dengan memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur agar membantu produksi ASI melimpah. Sehingga bayi nyaman ibu pun senang. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *